Nanda Prima Rilis “Monolog Dengan Bayangan”, Lama Bukan Jaminan, Perasaan Bisa Hilang Pelan-Pelan

Penyanyi berbakat Nanda Prima kembali merilis single terbaru berjudul ‘Monolog Dengan Bayangan’, melanjutkan konsistensinya dalam menghadirkan karya emosional dengan penyampaian yang jujur.

Dikenal lewat ciri khas ‘mic merah’ dan karakter vokal yang kuat, Nanda kembali mengangkat cerita yang dekat dengan realita banyak orang.

Setelah ‘Memori Satu Atap’, kali ini Nanda membawa tema yang berbeda: fase paling tidak nyaman dalam hubungan, saat perasaan mulai berubah tapi tak pernah benar-benar dibicarakan.

‘Monolog Dengan Bayangan’ bercerita tentang seorang laki-laki yang mulai menyadari perubahan pada pasangannya.

Sosok yang dulu hangat kini terasa asing, lebih tertutup, lebih jauh, dan tak lagi sama. Perubahan sikap sang kekasih cukup untuk menumbuhkan kecurigaan dan tanda tanya.

Percakapan yang memudar dan kehangatan yang hilang membuat hubungan ini dipertanyakan: masih layak dipertahankan, atau hanya bertahan karena sudah terlalu lama bersama?

Lewat lagu ini, Nanda Prima menghadirkan monolog batin yang jujur, tentang lelahnya bertahan dalam ketidakpastian, hingga muncul keberanian untuk menyadari bahwa mungkin semua cukup sampai di sini.

Diproduseri dengan nuansa pop ballad yang dipadukan sentuhan R&B yang halus, lagu ini terasa intim, hangat, namun tetap menyimpan tekanan emosional yang dalam. Interpretasi emosi vokal Nanda Prima tidak meledak-ledak, tapi justru lebih nyata karena dipendam.

‘Monolog Dengan Bayangan’ yang diciptakan oleh Roby Geisha semakin mempertegas warna musikal Nanda Prima: personal, reflektif, dan sangat relate dengan fase hubungan yang sering kali sulit dijelaskan.

Karena pada akhirnya, yang paling melelahkan bukan perpisahan, tapi bertahan saat perasaan sudah tak lagi sama.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *