CEO Ravel Entertainment, Ravel Junardy, mengungkap bahwa persiapan Hammersonic 2026 ikut terdampak oleh situasi geopolitik global, khususnya konflik yang melibatkan Iran, AS (Amerika Serikat), dan Israel.
Menurut Ravel, kondisi tersebut memberi efek langsung terhadap proses membawa line-up internasional ke Indonesia.
Mulai dari kenaikan harga tiket pesawat, biaya akomodasi, hingga perubahan dan pembatalan rute penerbangan karena sejumlah jalur harus melewati wilayah konflik.
Situasi ini membuat tim penyelenggara harus bekerja ekstra untuk memastikan seluruh artis bisa tetap tiba sesuai rencana.
“Kejadian geopolitik ini memang menghambat Hammersonic secara langsung,” ujar Ravel Junardy, dikutip dari detik.com.
Ravel juga menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini adalah menyusun ulang routing perjalanan para musisi internasional yang akan tampil.
Ia juga menegaskan bahwa secara produksi, Hammersonic tetap dipersiapkan secara maksimal.
Hammersonic 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2–3 Mei 2026 di NICE PIK.

