BLINGOUTKID Merilis “I’m Still Here”, Sebuah Pengakuan yang Sunyi tentang Pertahanan

Tidak semua lagu hadir untuk menghibur. Sebagian hadir untuk menemani dalam diam, dalam gelap, di momen ketika perasaan sulit dijelaskan. “I’m Still Here,” rilisan kedua dari BLINGOUTKID, adalah lagu seperti itu.

Ditulis dari pengalaman hidup yang nyata, “I’m Still Here” terasa seperti pengakuan di larut malam jujur, rapuh, dan tanpa upaya untuk memperindah luka.

Lagu ini lahir dari masa kecil di rumah yang retak, dari tumbuh tanpa rasa aman, dan dari bekas trauma setelah menyaksikan seorang ibu bertahan dari kekerasan sebelum akhirnya memilih pergi demi hidupnya.

BLINGOUTKID tidak menceritakan kejadian-kejadian itu secara langsung; ia menuliskan apa yang tertinggal setelahnya.

Sebagian lirik lagu ini juga dibantu oleh Sebastian Kole, menjaga kejujuran cerita tetap utuh tanpa menghilangkan rasa.

Diproduseri oleh Trevor Brown dan Zaire Koalo dari The Orphanage, lagu ini dibangun dengan aransemen balada pop yang lembut dan lapang.

Tidak dramatis, tidak berlebihan memberi ruang bagi emosi untuk hadir apa adanya. Lirik seperti “Ashell of myself as I’m walking through hell / But no one can tell” menggambarkan kondisi banyak orang: terlihat baik-baik saja, padahal sedang berjuang sendirian.

Inti dari lagu ini terletak pada satu kalimat sederhana: “but i’m still here.”Bukan sebagai kemenangan, juga bukan janji bahwa segalanya akan membaik.

Kalimat ini hadir sebagai pengakuan bahwa bertahan pun sudah merupakan sebuah keberanian.

“I’m Still Here” tidak menawarkan akhir yang manis. Lagu ini memilih kejujuran: bahwa penyembuhan tidak selalu rapi, dan kekuatan tidak selalu terlihat berani. Kadang, kekuatan hanya berarti tetap ada. Bernapas. Melewati satu malam lagi.

Bukan untuk berkata semuanya baik-baik saja. Hanya untuk berkata: kamu masih di sini.

BLINGOUTKID adalah artis pop pendatang baru yang karyanya berakar pada kejujuran emosional dan pengalaman hidup nyata.

Musiknya banyak mengeksplorasi tema bertahan, identitas, dan ketangguhan yang sunyi lebih tertarik pada apa yang tertinggal setelah luka, dibandingkan dramanya sendiri.

Lewat rilisan keduanya, “I’m Still Here,” BLINGOUTKID sepenuhnya merangkul kerentanan, menjadikan proses bertahan sebagai bentuk kekuatan.

Alih-alih menawarkan resolusi yang rapi, penulisannya membuka ruang untuk hadir apa adanya, merekam kenyataan bahwa terus berjalan pun sudah merupakan sebuah keberanian.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *