Setelah membuka jalan dengan teriakan keras di “Protest!”, Regu Pemburu kembali. Kali ini bukan untuk melawan dunia luar, tapi sesuatu yang jauh lebih dekat dan lebih berbahaya: isi kepala sendiri.
Sebagai roster cadas teranyar dari PELATAR RECORDS, “Labirin Pikiran” sebagai single kedua akan dirilis pada 17 April 2026 di seluruh digital streaming platforms, bersamaan dengan perilisan music video animasi yang menjadi perpanjangan dari kegelisahan lagu ini.
Tidak ada bentuk yang pasti di dalam kepala. Itu yang coba diterjemahkan lewat visual animasi liar, cair, dan tidak tunduk pada logika.
Bukan sekadar ilustrasi, tapi representasi dari ruang yang terus berubah, retak, dan berputar tanpa henti. Sebuah dunia yang terasa nyata, tapi tidak bisa disentuh.
Terinspirasi dari pengalaman personal sang vokalis Dion Radke menghadapi insomnia, “Labirin Pikiran” adalah tentang malam yang tidak pernah benar-benar selesai.
Tubuh berhenti, tapi pikiran menolak diam. Pertanyaan datang tanpa diundang. Keraguan berulang tanpa jeda.
Liriknya bergerak seperti lingkaran yang repetitif, reflektif, dan menyesakkan. Setiap upaya untuk keluar justru membuka lorong baru yang lebih dalam. Tidak ada pintu keluar yang jelas. Tidak ada titik akhir.
Jika “Protest!” adalah ledakan, maka “Labirin Pikiran” adalah tekanan yang perlahan membunuh dari dalam.
Proses produksinya pun berjalan tidak lurus. Rekaman dilakukan berpindah antara Sonic Garage, Sonic Bloom, dan Studio Satu, mengikuti ritme yang tidak stabil.
Engineering dikerjakan oleh Reney Karamoy (SCALLER) dan Ollie Lazuardi, sementara mixing–mastering oleh Viki Vikranta (Kelompok Penerbang Roket / PLP Studio) menjaga suara tetap mentah, namun tajam dan terarah.
Melanjutkan perilisan ini, Regu Pemburu juga akan menggelar listening party pada 21 April 2026 di Hasaka Bar, berkolaborasi dengan Jeruk Records dalam program bertajuk “Listening Room”.
Program ini merupakan IP dari Hasaka Bar yang dirancang sebagai ruang diskusi terbuka bagi musisi dan pelaku seni untuk
membedah karya serta berbagi perspektif mengenai proses kreatif hingga dinamika industri.
Sesi ini juga akan melibatkan sejumlah media yang diundang, menjadikannya tidak hanya sebagai perayaan rilisan, tetapi juga ruang pertukaran ide yang lebih luas.
“Labirin Pikiran” bukan tentang mencari jawaban.
Ini tentang satu pertanyaan yang terus berulang setiap malam: apakah ini hanya fase, atau sesuatu yang tak pernah benar-benar pergi?
Rilis 17 April 2026 di seluruh DSP, Official Music Video tersedia di hari yang sama.

