Industri musik Indonesia kembali kedatangan karya yang sarat emosi. Penyanyi sekaligus pendidik, Neny Destin, resmi merilis single terbarunya berjudul “Untuk Anakku” pada 6 Februari 2026.
Lagu bernuansa pop ballad ini lahir dari refleksi terdalamnya sebagai seorang ibu dari tiga anak yang ingin mengabadikan doa, harapan, dan cinta dalam bentuk musik.
Single ini menjadi karya yang sangat personal bagi perempuan bernama asli Neny Nurhasanah tersebut. Ia menulis lagu ini sebagai bentuk ungkapan kasih sayang kepada anak-anaknya, sekaligus pesan sederhana tentang pentingnya doa dari orang tua.
Dari Panggung Senayan hingga Dunia Pendidikan
Perjalanan musik Neny sebenarnya sudah dimulai sejak lama. Perempuan asal Pamulang, Tangerang Selatan yang kini menetap di Jakarta ini sudah terbiasa tampil sejak kecil.
Ia pernah rutin bernyanyi setiap minggu di Bale Air Taman Ria Senayan, pengalaman yang menjadi fondasi awal perjalanan panggungnya.
Keseriusannya terhadap musik kemudian ia buktikan dengan menempuh pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mengambil jurusan Pendidikan Seni Musik.
Setelah sempat fokus pada aktivitas pendidikan, Neny kembali aktif tampil reguler sejak 2013 dan terus mengasah kemampuannya sebagai penyanyi profesional dari panggung ke panggung.
Saat ini, selain berkarya di dunia musik, Neny juga berprofesi sebagai guru seni di SMPN 103 Jakarta serta menjadi vocal coach di PCMS. Baginya, musik bukan sekadar profesi, melainkan bagian dari hidup yang sudah ia rasakan sejak kecil.
“Ini bukan keputusan, tapi keharusan. Dari kecil memang sudah merasa bahagia setiap kali menyanyi dan mendengarkan musik,” kata Neny.
Sebagai seorang wedding singer, Neny terbiasa membawakan berbagai genre musik mulai dari pop, jazz, hingga lagu-lagu lawas.
Namun secara pribadi ia mengaku paling menyukai pop rock karena menurutnya genre tersebut mampu mengekspresikan emosi secara lebih kuat.
Dalam perjalanan bermusiknya, Neny banyak terinspirasi oleh musisi seperti Evanescence, Gigi, Kotak, Dewa 19, Anggun C. Sasmi, hingga Mr. Big.
Meski beberapa orang menilai warna vokalnya memiliki kemiripan dengan Tantri Kotak, Momo eks Geisha, atau Trie Utami, Neny menegaskan bahwa ia ingin dikenal melalui karakter suaranya sendiri.
Lagu yang Lahir Cepat, Tapi Penuh Emosi
Menariknya, lagu “Untuk Anakku” lahir dalam proses yang sangat singkat. Neny menyebut lagu tersebut rampung hanya dalam enam jam, mulai dari tahap mentah hingga mixing dan mastering.
Proses tersebut dikerjakan bersama seorang music director sekaligus arranger bernama Asback di Studio Wind Musik Cibinong.
Meski prosesnya cepat, emosi yang terkandung di dalam lagu ini justru sangat dalam.
Neny mengatakan lagu ini lahir dari refleksinya sebagai ibu sekaligus guru yang setiap hari berinteraksi dengan anak-anak. Ia ingin merekam doa dan harapannya dalam bentuk musik agar bisa didengar kapan pun oleh anak-anaknya.
Ketika Doa Orang Tua Menjadi Lagu
Melalui lagu ini, Neny juga ingin menyampaikan pesan kepada para orang tua dan pendidik untuk selalu mendoakan anak-anak mereka.
Menurutnya, ucapan orang tua memiliki kekuatan besar karena setiap kata pada dasarnya adalah doa.
Bahkan ketika anak-anak sedang berada dalam fase sulit atau bersikap kurang menyenangkan, ia percaya bahwa doa dan kata-kata baik tetap harus diberikan.
“Cukup berikan doa yang baik-baik untuk mereka yang kita sayang,” ucap Neny.
Lebih dari sekadar karya musik, “Untuk Anakku” juga menjadi bagian dari legacy yang ingin ia tinggalkan bagi keluarganya.
Neny berharap suatu hari nanti anak-anaknya dapat mendengarkan lagu tersebut dan memahami bahwa sang ibu pernah berjuang mengejar mimpi melalui musik.
Untuk urusan promosi, Neny saat ini masih melangkah secara independen dengan memanfaatkan media sosial pribadinya.
Ia mengaku sudah merasa sangat bahagia hanya dengan melihat lagu tersebut akhirnya dirilis dan dapat didengar oleh publik.
Ke depan, Neny Destin berkomitmen untuk terus konsisten merilis karya original serta membuka peluang kolaborasi dengan musisi lintas generasi demi memperkaya warna musiknya.
“Life must go on, my song must play on. I will keep creating until my last breath,” ucap Neny.

