Menunggu setahun tanpa kepastian bukan hal yang mudah. Ada malam-malam panjang, harapan yang naik turun, dan perasaan yang perlahan diuji.
Semua itu dirangkum secara jujur dalam “Asmaranala”, single terbaru kolaborasi Dewanda Pratama, Eros Tjokro, dan Nuki Nares, yang resmi dirilis pada 6 Februari lalu.
Diproduseri oleh Nuki Nares, dikemas dalam aransemen City Pop upbeat bernuansa vintage. Groove bass yang santai, permainan synth retro, serta tempo upbeat menciptakan suasana hangat dan nostalgik
Nuansa vintage ini tidak hanya menjadi gimmick, tetapi fondasi emosional yang memperkuat cerita di dalam lagu.
Dewanda Pratama dan Eros Tjokro tampil sebagai dua suara yang saling melengkapi. Dewanda menyuarakan kegelisahan dan harapan yang tak terucap, sementara Eros membawa warna vokal yang lebih tenang dan reflektif.
Keduanya membentuk narasi utuh tentang seseorang yang bertahan terlalu lama demi cinta yang belum tentu memilihnya.
Kolaborasi ini terasa intim, seolah pendengar sedang mendengar isi kepala mereka yang sedang jatuh cintadan lelah.
Konsep vintage juga dihadirkan secara konsisten melalui artwork dan music video. Palet warna hangat, gaya visual retro, serta pendekatan storytelling yang sederhana membuat Asmaranala terasa seperti potongan memori lama, tentang cinta yang pernah diperjuangkan, meski hasilnya tak selalu bahagia.
Saat ini, “Asmaranala” sudah tersedia di seluruh platform musik digital, lengkap dengan music video berkonsep vintage.

